Sakamoto Indonesia Perdana pertama kali didirikan pada tahun 2001 sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan khususnya matematika.
Berbicara tentang Matematika, seringkali kita melihat bahwa anak-anak usia Sekolah Dasar yang sudah lancar/cepat berhitung tetapi ketemu soal cerita masih mengalami kesulitan. Mereka juga mengalami ketakutan dalam menyelesaikan soal cerita Matematika.
Hal ini dikarenakan mereka tidak memahami betul apa maksud dari soal tersebut dan apa yang harus mereka lakukan. Mereka sering menebak-nebak harus dikali atau dibagi atau ditambah atau dikurang (dalam arti mereka hanya menghafal mati saja).
Dengan metode Sakamoto, soal cerita Matematika justru dapat menjadi teman anak-anak kita. Mereka akan memahami betul soal yang mereka kerjakan sehingga mereka akan lebih percaya diri dan jauh dari rasa takut Matematika.
Pendiri
Metode Sakamoto ditemukan sekitar tahun 1980 oleh seorang Guru Matematika di Jepang. Beliau bernama Mr. Hideo Sakamoto, seorang peraih Doktor Kehormatan di bidang pendidikan dari Universitas IOND Hawaii, Amerika Serikat.
Mr Hideo Sakamoto mulanya diminta oleh seorang teman untuk mengawasi anaknya apakah sudah belajar dengan baik dan benar. Ternyata setelah belajar dengannya anak itu dapat diterima di sekolah yang termasuk paling bermutu di Jepang yaitu sekolah Nada Junior High School (SLTP/SMP). Sejak saat itu beliau bertekad untuk terus mengajar. Dalam mengajar, beliau tahu kira-kira anak mana yang akan berhasil masuk ke Nada Junior High School dan anak mana yang akan gagal masuk. Ternyata dugaannya benar walaupun Mr Hideo Sakamoto telah berusaha dengan kemampuannya ternyata anak tersebut gagal. Beliau mulai berpikir, tidak cukup hanya mengajar tetapi harus ditambah dengan metode pengajaran yang effisien.
Sakamoto di Indonesia
Atas dasar semua itu, maka kami memilih untuk memasarkan Metode Sakamoto di Indonesia.
Pada mulanya kami hanya memasarkan Matematika Jepang Metode Sakamoto untuk anak usia Sekolah Dasar.
Dengan berjalannya waktu dan terasa banyak manfaat bagi anak-anak Sekolah Dasar, maka pada akhir tahun 2012 kami mengembangkan Metode Sakamoto untuk anak usia 3 tahun, 4 tahun, dan 5 tahun yang bertujuan untuk melatih kecerdasan dan kemampuan secara bersamaan.
Atas dasar banyaknya permintaan dari para orangtua dan kami ingin menolong remaja Indonesia, maka Juli 2014 diluncurkan Metode Sakamoto untuk anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tujuannya supaya logika mereka terlatih dengan baik dan mereka dapat berpikir secara rasional.
Visi
Menjadikan perusahaan yang terbaik khususnya di bidang matematika.
Mempunyai tanggung jawab terhadap hasil anak didik.
Misi
Memberikan nilai terbaik kepada anak-anak Indonesia.
Mencerdaskan anak-anak Indonesia.
Filosofi
Memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
Memberikan pelayanan terbaik bagi orangtua siswa dan siswa.
Menjaga hubungan dan kerjasama yang baik dengan koordinator provinsi dan center-center Sakamoto yang ada.
Materi SD
Materi TK
Materi SAKAMOTO TK belum menekankan penguasaan matematika secara mutlak, melainkan berfokus pada peningkatan kecerdasan dan kemampuan anak secara menyeluruh,
sekaligus melatih dasar-dasar aritmatika.
Contoh :
Comparison and Judgment
Position Memorizing
Space and Position
Building Block Question
Dot Connection
Comparison and Judgment
Mengembangkan kemampuan membandingkan.
Position Memorizing
Meningkatkan daya ingat.
Space and Position
Anak akan memiliki kecerdasan tinggi.
Building Block Question
Hanya dengan melihat sekilas, anak akan mengetahui banyaknya balok yang ada. Awal belajar anak melihat sedikit balok dalam satu tumpukan.
Dot Connection
Bukan sekedar menyalin gambar tetapi banyak manfaatnya, antara lain : melatih perhatian, konsentrasi, pemahaman struktur, dan lain-lain.
Banyak alumni SAKAMOTO Indonesia yang berhasil meraih beasiswa ke luar negeri, mencatatkan prestasi gemilang di ajang World Mathematics Competition, serta menunjukkan peningkatan signifikan dalam prestasi akademik mereka di sekolah.
Prestasi di tahun 2017
Juara SEAMO (Southeast Asian Mathematical Olympiad)
Lower Primary (Category A) Awardees
Middle Primary (Category B) Awardees
Upper Primary (Category C) Awardees
Junior (Category D) Awardees
Intermediate (Category E) Awardees
Senior (Category F) Awardees
Juara SASMO (Singapore and Asian Schools Math Olympiad);
Meraih Gold Award dan Perfect Score
Prestasi di tahun 2016
Peringkat ke 5 tingkat sekolah dasar kategori Long-Term Problem dan Spontaneous Problem (Tim Indonesia) pada Lomba Odyssey of the Mind Tahun 2016 di Lowa, Amerika Serikat Mei 2016.
Prestasi di tahun 2015
Juara 1 pada American Mathematics Contest 8, 2015.
Gold Award tingkat 4 pada Singapore and Asian Schools Math Olympiads 2015.
Bronze Medal pada 12th International Mathematics and Science Olympiad for Primary School (IMSO 2015) di Pathumthani, Thailand November 2015.
Certificate Of High Distinction tingkat 4 pada Australian Mathematics Competition Sponsored by the Commonwealth Bank, 2015.
Juara 2 grade 3 & 4 pada International Mathematical Kangaroo Contest (Babak Nasional) di Surya Institute 2015.
Juara 1 grade 3 & 4 pada International Mathematical Kangaroo Contest (Jakarta) di Surya Institute 2015.
High Distinction Award AMC – Australian Mathematics Competition 2015.
Bronze Award (Team Category) pada The 5th Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary School 2015.
Silver Medal in Mathematics pada 12th International Mathematics and Science Olympiad for Primary School (IMSO 2015) di Pathumthani, Thailand.
Prestasi di tahun 2014
Gold Award tingkat 4 pada Singapore and Asian Schools Math Olympiads 2014.
Certificate Of High Distinction tingkat 3 pada Australian Mathematics Competition Sponsored by the Commonwealth Bank, 2014.
Bronze Medal tingkat 4 pada International Mathematics Assessments for Schools 2014 di Indonesia.
Medali Emas tingkat 3 SD pada Asia International Mathematical Olympiad Union (AIMO) 2014.
Silver Prize pada Tenth IMC International Mathematics Contest (Singapore), 2014.
Prestasi di tahun 2013
Prize Certificate pada Australian Mathematics Competition 2013.
Gold Award Singapore & Asean School Math Olympiads 2013.
Prestasi di tahun 2012
First Place International Mathematical Kangaroo Contest 2012.
Prestasi dan Penghargaan Nasional
Piagam Tanda Kehormatan Presiden RI, Satyalancana Wira Karya tahun 2010 kepada Nicholas Steven Husada.
Tobi Moektijono, Pemegang Rekor MURI No. 2210 sebagai Penulis Buku Kumpulan Soal-soal Matematika Termuda, usia 12 tahun (November 2011).
Piagam Tanda Kehormatan Presiden RI, Satyalancana Wira Karya tahun 2010 kepada Christofel Rio Goenawan.
Piagam Tanda Kehormatan Presiden RI, Satyalancana Wira Karya tahun 2010 kepada Henry Jayakusuma.
Prestasi Internasional Lainnya
Asia Mathematics Olympiad for Primary School, Singapore Olympiad 2009 (IMSO 2009): 1 medali emas.
Wizards at Mathematics Contest 2009 (WIZMIC 2009): Nilai tertinggi kategori individual dan team competition.
International Mathematics and Science Olympiad 2009 (IMSO 2009): 4 medali emas, 2 medali perak, 8 medali perunggu.
Philippine Elementary Mathematics International Contest 2009 (PEMIC 2009): 2 medali perak, 1 medali perunggu.
Mathematics World Contest Po Leung Kuk 12th Primary Mathematics World Contest (PMWC) 2008: 1 medali emas.
Po Leung Kuk World Primary Mathematics Contest 2007: Second Class Honour (setara perak).
Changchun Invitational World Youth Mathematics Intercity Competition 2007 (IWYMIC 2007): 1 medali perunggu kategori team.
International Youth Mathematics Contest (IYMC): 1 medali emas dan 5 medali perak kategori individu.
International Mathematics and Science Olympiad 2007 (IMSO 2007): 1 medali emas.
Hongkong Elementary Mathematics International Contest 2007 (HEMIC 2007): 1 medali perunggu.
Indonesia Elementary Mathematics International Contest 2006 (INAEMIC 2006): 1 emas, 3 perak, 4 perunggu, 1 Merit Award.
Asia Pacific Mathematical Olympiad for Primary 2006 (APMOP 2006): 1 Platinum Award.
Po Leung Kuk World Primary Mathematics Contest 2006: 1 medali emas, 1 medali perunggu.
Philippine Elementary Mathematics International Contest 2005 (PEMIC 2005): 5 medali perunggu dan 3 Merit Award.
International Mathematics and Science Olympiad 2005 (IMSO 2005): 1 medali perak dan 1 medali perunggu.
India Elementary Maths International Contest 2004 (IEMIC 2004): 3 medali perak dan 1 medali perunggu.
International Mathematics and Science Olympiad 2004 (IMSO 2004): 1 medali perunggu.
Olimpiade Sains Nasional 2004 (OSN 2004): 1 medali emas dengan nilai tertinggi.
Kevin Soedyatmiko, Pemegang Rekor MURI No. 1371 sebagai siswa termuda peraih THE BEST USE OF THE SAKAMOTO METHOD pada WMC 2004.
Lompatan Besar melalui Sakamoto
Saya mencoba mencari 6 digit bilangan ABCABC yang habis dibagi dengan 2.596.
Meskipun dibantu internet dan kalkulator, tidak banyak kemajuan berarti yang saya buat.
Sama seperti Anda, saya tidak suka matematika. Ingatan saya lebih memilih mengenang peristiwa 8 tahun lalu di hari-hari pertama anak saya berkenalan dengan Sakamoto.
Saat itu Stanve baru akan memasuki usia 4 tahun, baru saja lancar calistung (membaca, menulis, dan berhitung).
Saya senang membongkar tas Sakamotonya dan membolak-balik worksheet yang dibawanya pulang.
Bedanya, dulu saya tertawa-tawa dalam hati saat menemukan soal logika sederhana yang tidak dapat dia kerjakan.
Sebaliknya saat ini…, saya bahkan tidak tahu harus memulai dari mana,
meskipun Stanve sudah memberikan petunjuk mengenai faktorisasi prima 2.596 dan kelipatan 1.001 dari ABCABC.
Stanve belajar Sakamoto sejak Playgroup (PG). Empat tahun kemudian, saat duduk di kelas 2 SD,
dia melakukan lompatan besar dalam sebuah lomba matematika terbuka tingkat SD di kota Malang. Pada babak final 50 besar nasional,
Stanve mengerahkan logika Sakamoto untuk meraih posisi ke-19. Bayangkan, seorang anak kelas 2 mengungguli nama-nama besar Olimpiade Sains Nasional (OSN)
yang telah duduk di kelas 5 dan 6.
Pertanyaannya adalah : apa yang harus dilakukan supaya tiba di lompatan besar ?
Anak-anak terbaik Indonesia bertempur di arena internasional setelah duduk di kelas 5 dan 6,
namun rata-rata baru berlatih mengerjakan soal olimpiade setahun sebelumnya.
Sangat sulit menemukan latihan soal setara olimpiade ketika duduk di kelas kecil (1 - 3 SD), apalagi TK.
Ada beberapa kursus di Indonesia yang menawarkan, tapi tidak ada yang lebih serius daripada Sakamoto.
Lomba internasional pertama angkatan Sakamoto Stanve tahun 2010 berlangsung di Singapore saat mereka masih duduk di kelas 1.
Tahun 2011 (kelas 2) diadakan di Philippines. Maret 2012, di Osaka, Jepang, bertepatan dengan 11 tahun berdirinya Sakamoto,
anak-anak mendapatkan kesempatan belajar langsung di bawah Dr. Hideo Sakamoto pada sebuah math camp yang membidani lahirnya questions market.
Siapapun tidak dapat menggaransi seorang anak melakukan lompatan besar setelah 4 tahun, sangat tergantung pada minat dan bakat masing-masing.
Tapi apabila anak Anda punya minat matematika, dan ingin mencoba peruntungan di olimpiade matematika,
Anda bisa melakukan apa yang saya lakukan 8 tahun lalu.
Robert Widjaja
Ayah dari Stanve Avrilium Widjaja
(Juara tingkat 6 World Mathematic Competition 2015)
Sakamoto Menjadi Jawaban Atas Keraguan Seorang Psikolog Terhadap Anak Saya
6,5 tahun lalu, ketika anak saya masih TK B semester dua, saya sudah mengikutsertakannya kursus matematika. Satu hal yang bagi sebagian besar orang itu masih terlalu dini.
Tapi bagi saya dan istri, kursus matematika merupakan kebutuhan yang mendasar untuk tumbuh kembang anak saya, Muhamad Nabil Alhanif. Mas Nabil, begitu kami biasa memanggilnya, memang berbeda dengan anak seusianya. Ketika kebanyakan anak-anak lebih suka bermain sepeda, petak umpet atau aktifitas fisik lainnya. Mas Nabil lebih menyukai aktifitas yang melibatkan imajinasi.
Mas Nabil suka mainan lego. Membuat origami. Atau minta dibuatkan gambar-gambar yang aneh. Berbagai bentuk dinosaurus pun berhasil dibuatnya, meski hanya melihat gambar dan membaca petunjuk dari buku dinosaurus yang saya belikan. Sementara ia masih duduk di TK.
Itulah mengapa kami memasukkannya kursus matematika. Kami berharap kemampuan logikanya semakin terasah. Imajinasi dan kreatifitasnya juga meningkat.
Pada sisi lain, Mas Nabil mudah marah. Suasana yang awalnya menyenangkan dengan mudah berubah menjadi gaduh. Hingga pada akhirnya kami membawa Mas Nabil ke psikolog. Meski hasil psikotest menunjukkan tingkat IQ Mas Nabil terbilang tinggi. Di atas 140 dan masuk kategori gifted. Namun, psikolog menyarankan agar kami tidak berharap banyak bahwa Mas Nabil bisa berprestasi atau menjadi juara kelas. Menurut psikolog, Mas Nabil baru bisa berkembang dengan baik, bila ia mendapat stimulus dan tantangan yang tepat.
Ternyata ketika duduk di kelas satu SD, Mas Nabil berhasil masuk final OSK (Olimpiade Sains Kuark). Hal ini cukup mengejutkan. Tidak hanya bagi kami, tapi juga guru dan teman sekolahnya. Mengingat selama ini prestasi Mas Nabil di sekolah biasa-biasa saja. Bahkan sebagian guru dan orangtua menganggap itu hanya sebuah kebetulan. Untuk menjadi finalis OSK tidaklah mudah. Selain tingkat kesulitan soalnya yang jauh di atas soal di kelas, juga harus bersaing dengan lebih dari sembilan puluh ribu peserta dari seluruh Indonesia. Dari sini, kami semakin yakin bahwa Mas Nabil memang membutuhkan tantangan lebih.
Ketidaksesuaian antara aktifitas di rumah dan di sekolah, serta tingkat emosi yang belum stabil-lah yang mengantarkan kami untuk bolak-balik ke psikolog. Bisa dipastikan, setiap akhir tahun, kami selalu konsultasi ke psikolog. Karena kami masih belum menemukan jawaban yang tepat. Tantangan seperti apa yang bisa meningkatkan potensi yang dimilikinya hingga tidak terbuang sia-sia.
Awal masuk kelas tiga, ada yang menyarankan kami untuk konsultasi ke Eyang Nuki seorang psikolog yang membuka praktek di Kelapa Gading. Eyang Nuki menyarankan agar kami memindahkan kursus matematika ke Sakamoto. Karena menurut pengamatan beliau, Sakamoto dengan soal-soal ceritanya lebih sesuai dengan karakter dan gaya belajar Mas Nabil.
Kami pun mengikuti saran Eyang Nuki. Kami daftarkan Mas Nabil ke Sakamoto. Meski kami tidak tahu banyak tentang Sakamoto. Padahal setiap hari saya lihat spanduknya di salah satu ruko di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Ruko itu selalu saya lewati tiap hari. Meski demikian, saya menganggap spanduk itu biasa saja. Tidak ada bedanya dengan spanduk-spanduk lain.
Kami bersyukur, setelah mengikuti Sakamoto, ada perkembangan positif yang sangat besar. Tingkat emosinya juga tidak lagi meledak-ledak seperti dulu. Kami pun lebih bersabar menghadapinya. Dan berusaha sebisa mungkin agar tidak terpancing kembali. Pada sisi lain, Sakamoto memberikan banyak tantangan kepada Mas Nabil. Selain latihan-latihan yang seringkali membuat kepala ‘tuing-tuing’, juga ada sekian banyak lomba matematika yang bisa kami ikuti. Australian Math Competition, American Math Competition, KMNR atau juga kompetisi internal yang diikuti murid-murid Sakamoto.
Sekian banyak perlombaan matematika itu pun, kian memacu semangatnya untuk belajar sains. Setelah absen dua kali di final OSK (Olimpiade Sains Kuark). Akhirnya, suasana persaingan OSK itu pun kembali dirasakannya saat duduk di kelas 4 dan 5. Saat kelas 4 pula, sekolah mengirim Mas Nabil mendampingi siswa kelas 5 untuk mengikuti OSN (Olimpiade Sains Nasional) bidang IPA. Meski tujuan awalnya hanya untuk mencari pengalaman, tapi Allah berkehendak lain. Mas Nabil masuk peringkat dua tingkat kota Jakarta Utara, hingga berhak melaju ke tingkat propinsi.
Setahun kemudian, medali emas OSN bidang IPA berhasil diraihnya. Tahun ajaran 2015/2016 adalah tahun yang sangat membanggakan buat JMC Sakamoto Kelapa Gading. Bagaimana tidak, 4 dari siswa matematika yang mewakili DKI adalah siswa JMC Sakamoto Kelapa Gading. Sementara 2 dari siswa IPA juga murid JMC Sakamoto Kelapa Gading. Dengan kata lain, tahun itu 6 dari 12 perwakilan DKI masih mengikuti pembelajaran di Sakamoto.
Kami bersyukur, Allah mempertemukan kami dengan Sakamoto. Yang menjadi solusi dan jawaban atas permasalahan anak kami. Sebagai orangtua yang mengikutkan anaknya belajar di Sakamoto, terus terang, saya awalnya tidak tahu metodologi Sakamoto. Apa langkah yang harus dikuasai siswa sampai pada akhirnya berhasil menemukan jawaban dari soal-soal cerita yang sulit. Ketika saya membaca soal cerita dari buku yang dibagikan kepada anak saya pun, saya tidak tahu jawabannya.
Teka-teki itu terjawab ketika saya mendampingi adiknya Mas Nabil mengikuti Kompetisi Matematika Terbuka untuk siswa non Sakamoto. Saat itu ketika anak-anak sedang mengerjakan soal ujian, para pendamping dikumpulkan di satu ruangan. Kami diberi penjelasan panjang lebar apa yang akan dipelajari anak-anak selama belajar di Sakamoto. Serta tahapan demi tahapan metode menjawab soal cerita.
Secara sistematis anak-anak diajak berfikir logis analitis sesuai dengan tingkatan kelasnya. Yang pada sisi lain, anak juga dipicu untuk berfikir kreatif dalam memahami konsep dan menerapkannya dalam mengerjakan soal. Saat itu, para orangtua ditunjukkan beberapa pertanyaan yang biasa diberikan di kelas satu. Salah satu contohnya adalah sebagai berikut :
“Ada 10 anak bermain petak umpet. Tiga anak sudah berhasil ditemukan. Masih berapakah anak yang belum ditemukan?”
Sebagian besar orangtua menjawab 7. Dengan alasan sederhana 10 – 3 = 7.
Padahal jawaban yang benar adalah 6. Bukan 7. Mengapa? Ya, karena ada 1 anak yang bertugas untuk menemukan teman-temannya yang sedang bersembunyi. Anak yang berjaga itulah yang luput dari pengamatan orangtua.
Memang, itu pertanyaan yang sederhana. Tapi tidak semua orangtua bisa menjawabnya. Pertanyaan ini beberapa kali saya lontarkan kepada teman-teman, untuk menunjukkan betapa sistematisnya metode sakamoto. Reaksi mereka rata-rata sama. Mereka kagum dengan metode Sakamoto. Bahkan ada yang bertanya, apakah Sakamoto juga membuka kelas SMA.
Saya tekankan lagi bahwa itu hanya sebagian dari soal cerita yang diambil dari kehidupan sehari-hari. Soal itu pun diperuntukkan buat siswa kelas 1. Bisa dibayangkan tingkat kesulitan soal di kelas-kelas berikutnya. Namun, Metode Sakamoto punya trik dan cara tersendiri agar anak-anak mampu memahami soal, menganalisa dan memecahkannya.
Dari pertemuan itu saya semakin yakin, bahwa metode Sakamoto sangat bagus untuk mengembangkan kemampuan berfikir logis matematis serta meningkatkan kreatifitas siswa. Karena itu, saya pun tidak ragu untuk bercerita tentang Sakamoto kepada teman-teman.
GOOD LUCK Sakamoto.
Muswadi
Orang Tua Mas Nabil / Ph: 0817 668 1315
SDN Pegangsaan Dua 07 Pagi, Kelas 6 SD
Rania Putri Ciptanti
Kami sangat bangga dan senang putri kami “Rania Putri Ciptanti” dengan prestasi yang diraihnya saat ini khususnya dalam bidang Matematika, sejak awal saya melihat bakat Rania sangat suka matematika, namun saya mencari tempat les yang sesuai dengan jiwa anak dan sangat mendukung pelajaran di sekolah agak susah di daerah saya (Buaran Jakarta-Timur).
Saat Rania kelas 1 SD semester 2 kami memindahkan dari les Matematika yang sebelumnya hanya menghitung cepat dan hafalan ke les Metode Matimatika Sakamoto yang berasal dari Jepang dengan pendekatan visual untuk pemecahan masalah. Metode Sakamoto memberikan siswa teknik yang sistematis dan terstruktur secara sederhana untuk menganalisa pertanyaan dengan cara yang logis, pembelajarannya sangat berbeda dengan tempat les yang sebelumnya.
Sejak mengikuti les Sakamoto di Buaran, Rania lebih bersemangat belajarnya dan lebih percaya diri dengan sering mengikuti lomba Sakamoto dari tingkat Wilayah sampai tingkat Internasional dan di tahun 2017 Rania mengikuti seleksi dan lolos untuk ke tingkat Internasional lomba dilaksanakan di Negara Philipina.
Alhamdulillah… Rania meraih Gold Medal dan sebagai Grade 4 Champion dari Indonsesia. Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih atas bimbingan dan didikan dari guru-guru di les Sakamoto Buaran yang telah mensupport putri kami Rania dalam mengikuti World Mathematics Competition tersebut. Semoga Sakamoto math semakin dikenal dan negara peserta semakin bertambah.
Nama saya Nathanael Aaron dari SDK 11 Penabur Sunrise Garden. Saya telah mengikuti kursus Matematika Sakamoto selama 3 tahun.
Kursus ini sangat membantu untuk berbagai macam lomba. Saya belajar dengan giat di kursus ini. Saya sangat senang mengikuti lomba.
Setiap tahun, Sakamoto mengadakan lomba WoSaMaC yang terdiri dari 3 tahap, yaitu tingkat Wilayah, Nasional, dan Internasional.
Saya mulai mengikuti lomba ini setelah 1 tahun belajar di Sakamoto, yaitu tahun lalu. Saya meraih medali perak dalam lomba tersebut. Tahun ini saya kembali mengikuti lomba WoSaMaC. Soal lomba WoSaMaC lebih sulit dibandingkan materi kursus Sakamoto. Saya pun belajar dengan lebih giat menjelang lomba. Saya juga mengerjakan latihan soal lomba WoSaMaC. Saya berusaha mendapat yang lebih baik tahun ini. Saya ingin sekali meraih medali emas tahun ini.
Di tingkat Wilayah yang diadakan di Jakarta, saya meraih Juara 1. Namun di tingkat Nasional yang diadakan di Yogyakarta, saya hanya bisa meraih peringkat 7. Saya tidak menyerah dan belajar lebih giat untuk tingkat Internasional. Saya pun tidak lupa untuk meminta pertolongan Tuhan dalam mengerjakan semua soal lomba.
Pada tahap yang terakhir, tingkat Internasional yang diadakan di Malaysia bulan April 2018 kemarin, yang diikuti oleh 6 Negara, saya pun berusaha semaksimal mungkin. Saya mengerjakan semua soal yang ada dengan serius. Saya pun menunggu pengumuman lomba tersebut. Keesokan harinya saya kembali ke tempat lomba berlangsung. Setelah diumumkan saya berhasil meraih medali emas. Bahkan saya menjadi Juara Pertama, Champion, dari semua peraih medali emas kelas 6. Saya pun menjadi sangat senang.
Bimbingan guru dan orang tua menjadikan saya seorang pemenang. Perjuangan saya selama ini tidak sia-sia. Saya juga patut bersyukur atas pertolongan Tuhan.
Terima kasih.
Nathanael Aaron
Evan Nathanael
Saya memasukan anak saya ke Sakamoto sejak TK Besar, mau naik ke kelas 1 SD. Ternyata keputusan memasukan anak saya ke Sakamoto merupakan langkah yang tepat untuk kemajuannya tidak hanya di bidang Matematika tetapi juga di pelajaran lain.
Sakamoto dengan metode yang menggali logika anak membuat logika Evan berkembang dengan sangat baik. Matematika Sakamoto yang lebih menekankan pada soal cerita tidak semata-mata hanya tambah (+), kali (x), kurang (-), bagi (:) tetapi membuat Evan pandai menganalisa suatu masalah dan mencari solusinya.
Sampai saat ini, Metode Sakamoto merupakan metode terbaik untuk mengembangkan logika anak.
Terima kasih untuk semua pembimbing Sakamoto yang dengan sabar membimbing dan melatih Evan untuk menyelesaikan setiap soal baik di Sekolah maupun di pertandingan-pertandingan Matematika lainnya. Sakamoto selalu selangkah lebih maju. Sakamoto memang yang terbaik. Sehingga kalau ada yang bertanya kepada saya, saya akan menjawab : Cobalah Ke Sakamoto.
Nancy Setyowati
Ibu dari Evan Nathanael
Yedija Nicholas Kurniawidi
Saya menyukai sistem pemberajaran di Sakamoto, yang sangat sistematis dan bertahap dan juga saya ingin mengembangkan bakat dan minat Jade terutama di bidang Matematika, karena sebelum Jade bergabung dengan Sakamoto Jade dapat dengan mudah dalam berhitung cepat akan tetapi Jade masih lemah di dalam soal cerita yang menggunakan logika.
Jade memperoleh banyak manfaat sejak belajar Sakamoto. Jade dapat lebih berkonsentrasi dalam menghadapi soal-soal cerita logika yang panjang dan membutuhkan pengertian (dulunya lemah dalam soal cerita logika). Jade menjadi lebih percaya diri dan bersemangat ketika dihadapkan dengan soal yang rumit, dia berpikir bahwa saya pasti “BISA” menyelesaikannya. Jade dengan mudah dapat mengikuti pelajaran di sekolah, bahkan selalu mendapatkan nilai 100. Saya merasakan banyak sekali manfaat dan perkembangan Jade selama bergabung di Sakamoto, Jade lebih sistematis dan terstruktur dalam mengerjakan setiap soal yang ada dan Jade dapat lebih berpikir panjang sebelum menyelesaikan sebuah soal.
Prestasi yang pernah dicapai :
Silver Medal : Wosamac 2014 – Singapura
Gold Medal + Champion Wosamac 2015 di Bandung Indonesia
Silver Medal Wosamac 2016 di Thailand
High Distinction Award AMC – Australian Mathematics Competition 2015
Silver Medal tingkat Nasional KMNR 2016 di Bogor
Juara 1 Yamaha Student Competition 2016 (Matematika)
Juara 1 Yamaha Student Competition 2015 (Matematika)
Dll.
Victory Kristiana Dewi
Ibu dari Yedija Nicholas Kurniawidi (Jade)
SD Karangturi Semarang – Kelas 4
(Bergabung sejak Kelas 2 SD, tahun 2013)
Karina Phangadi
Terima kasih banyak buat semua guru, pembimbing di Sakamoto, Karina dari kecil dibina di Sakamoto sekarang mulai merasakan manfaatnya. Saat ini Karina mendapatkan kesempatan lomba ke IOWA, USA mewakili Indonesia. Semua berawal dari Sakamoto.
Puji syukur pada Tuhan, Karina dari kelas 1 ikut Sakamoto banyak hal yang didapat di Sakamoto. Sampai saat ini Sakamoto selalu di hati Karina.
Kata-kata Karina yang membuat saya terharu ya: aku bisa seperti sekarang ini karena Sakamoto. Aku dari tidak mengerti apa-apa sampai bisa seperti ini sekarang. Saya pun merasakan di Sakamoto anak-anak juga diberikan semangat juang. Mereka jadi punya jiwa pejuang yang handal, Karina sudah kelas 5 dan sudah ikut IMSO lomba dari Kementrian. Selanjutnya Karina diberi kesempatan untuk ikut lomba di IOWA dengan syarat siswa berumur di bawah 12 tahun.
Lomba ini gabungan antara sains dan art. Saya pun tidak mengerti lomba seperti apa.
Ibu dari Karina Phangadi
Kathleen Callista
Alasan bergabung dengan Sakamoto adalah mencari tempat kursus yang dapat mengembangkan kemampuan matematika Kathleen ke arah yang lebih baik. Kathleen memperoleh banyak manfaat sejak belajar di Sakamoto antara lain: logika matematika semakin berkembang, kemampuan berhitung dengan cara G.R. sangat membantu untuk mengerjakan soal-soal aljabar, memahami soal-soal lebih mudah, serta membantu menguasai pelajaran di sekolah.
Prestasi yang pernah dicapai :
2016 – Juara 1: Olimpiade Matematika ITS – Nasional
2015 – Silver Medal: 12th International Mathematics and Science Olympiad for Primary Schools
2015 – Bronze Award: 5th Asian Science and Mathematics Olympiad for Primary Schools (Individual & Team)
2013 – Gold Award: Singapore & Asean School Math Olympiads
2013 – Prize: Australian Mathematics Competition
2012 – First Place : International Mathematical Kangaroo Contest
Lisa Christina
Ibu dari Kathleen Callista
SD Marsudirini kelas 6
(Bergabung di Sakamoto sejak Kelas 1, tahun 2010)
Lim, Jovan Valencio
Alasan bergabung dengan Sakamoto :
Ingin mengasah logika.
Meningkatkan pemahaman soal cerita.
Manfaat yang diperoleh sejak belajar Sakamoto :
Lebih mudah memahami soal cerita.
Jadi lebih kreatif & pandai menganalisa soal.
Logikanya semakin terasah.
Prestasi yang pernah dicapai :
2017 – Juara 1 Lomba WoSaMaC Babak Wilayah Jawa Tengah
2017 – Juara 1 Lomba WoSaMaC Babak Nasional
2017 – Medali Emas & Champion WoSaMaC Internasional
Yustine Audrey Thetono
Ibu dari Lim, Jovan Valencio
SD Kristen Tri Tunggal Stadion, Kelas 1 SD
(Bergabung dengan Sakamoto sejak : Kelas TK A, Tahun 2015)
Axel Giovanni Hartanto
Alasan bergabung dengan Sakamoto :
Anaknya minta belajar matematika yang mengacu pada logika.
Manfaat yang diperoleh sejak belajar Sakamoto :
Anak lebih cepat menangkap maksud dari soal-soal matematika yang harus berpikir pakai logika.
Prestasi yang pernah dicapai :
Juara Harapan 1 FIM UNNES 2015
Medali Emas OSN 2016
Best Exploration OSN 2016
Juara 1 WoSaMaC Babak Wilayah Tingkat 5 tahun 2016
Juara 2 WoSaMaC Babak Nasional Tingkat 5 tahun 2016
Merit TIMC 2016 Thailand
Medali Emas IMSO 2016
Medali Emas ASMOPS 2016
Juara 2 Pemnas Browijaya 2016
Juara 1 FIM UNNES 2016
Juara 1 19th UNDIP MATHEMATICS COMPETITION 2017
Medali Emas WMI 2017
Medali Perunggu IMAS 2017
Medali Emas Kangaroo 2017 (Benjamin)
Medali Emas SASMO 2017 Kelas 6
Medali Emas APMOPS 2017
Medali Emas ISMC 2017 Kelas 6
Rocky / Sarwasih
Orangtua dari Axel Giovanni Hartanto
SD Pangudiluhur St. Timotius, Kelas 6 SD
(Bergabung dengan Sakamoto sejak : Kelas 5, Tahun 2015)
Matthew Hutama Pramana
Alasan bergabung dengan Sakamoto :
Belajar matematika secara logika.
Manfaat yang diperoleh sejak belajar Sakamoto :
Dapat mengikuti semua pelajaran di sekolah dengan mudah.
Dapat berpikir secara logika dalam penerapan di kehidupan sehari-hari.
Prestasi yang pernah dicapai :
Juara 1 WoSaMaC Babak Wilayah Tingkat 1 tahun 2015
Harapan 1 WoSaMaC Babak Nasional Tingkat 1 tahun 2015
Medali Emas WMC Tingkat 1 tahun 2015
Juara 1 WoSaMaC Babak Wilayah Tingkat 2 tahun 2016
Harapan 3 WoSaMaC Babak Nasional Tingkat 2 tahun 2016
Medali Silver WMC Tingkat 2 tahun 2016
Juara 1 WoSaMaC Babak Wilayah Tingkat 3 tahun 2017
Peringkat 8 WoSaMaC Babak Nasional Tingkat 3 tahun 2017
Medali Emas dan Champion WMC Tingkat 3 tahun 2017
Juara 1 Lomba Kangaroo (Australian Mathematic Contest) tingkat Provinsi (Kelas 1-2) tahun 2015 di Yogyakarta
Medali Emas Kangaroo (Australian Mathematics Contest) tingkat Nasional (Kelas 1-2) di Yogyakarta
High Distinction Australian Mathematic Competition (AMC) 2016 (Grade 3-4) di Karang Turi Semarang.
Medali Emas American Mathematic Olympiad (AMO) 2016 (Grade 3-4) di Singapore International School
Sylviana Safhira
Ibu dari Matthew Hutama Pramana
SD Marsudirini, Kelas 3 SD
(Bergabung dengan Sakamoto sejak : Kelas TK A, Tahun 2012)